RSS

Arsip Kategori: Renungan Anak

Nabi Nuh

Anda semua pasti pernah membaca kisah Nabi Nuh ( Kejadian 6 : 9 -22  ; Kejadian 7 ; 1 – 24). Coba bayangkan…seandainya anda ada di zaman itu, anda pasti juga akan mengatakan bahwa Nabi Nuh itu orang gila. Memberitakan hal-hal yang mustahil dan tidak masuk akal.

Bodoh si Nuh…membangun bahtera di atas bukit. bodoh…dan bodoh…pastilah itu ucapan yang akan terlontar dari mulut anda seandainya anda semua berada di Zaman Nuh. Kenapa? Karena Alkitab mencatat yang di selamatkan hanya keluarga dari Nabi Nuh dan binatang-binatang.

Tetapi sebenarnya, Nabi Nuh adalah gambaran kita sendiri. Di saat ini kita bertindak sebagai Nabi Nuh yang memberitakan berita kebodohan bagi mereka yang akan binasa.

Nabi Nuh adalah gambaran kita yang diselamatkan

Bahtera di atas bukit adalah gambaran Tuhan Yesus yang menyelamatkan

Air bah adalah gambaran murka Tuhan

Orang-orang yang tenggelam adalah gambaran mereka yang tidak percaya.

Walaupun kita dianggap gila, dianggap bodoh dan dianggap apa saja bagi orang yang akan binasa, jangan putus asa untuk tetap memberitakan tentang bahtera di atas bukit yang menyelamatkan. Yaitu Yesus Kristus sendiri.

Tetap bergiat dan maju terus.

1 Korintus 1:18 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. 

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2011/09/25 in Renungan Anak

 

Kupu-Kupu

Kupu-kupu adalah salah satu hewan dari sekian banyak serangga yang
dapat terbang. Dia memiliki keindahan pada warnanya. Asal mula kupu-
kupu adalah dari telur. Kemudian menetas menjadi ulat bulu.

Jika ulat bulu sudah cukup besar dan gemuk, ia menempelkan diri pada
tanaman atau pohon. Kemudian berubah menjadi kepompong yang sering
kita lihat di pohon-pohon. Kepompong tersebut kemudian berubah menjadi
seekor kupu-kupu.

Biasanya kupu-kupu terbang pada siang hari. Mereka harus berjemur di
bawah sinar matahari sebelum terbang. Sebagian besar kupu-kupu makan
madu yang dihisapnya dari bunga-bunga.

Ketika ia merasa terancam oleh bahaya hewan lain, ia berusaha
bersembunyi dengan membentuk sayap mereka seperti daun.

Selain memiliki warna yang indah dan berbagai macam corak, sayap kupu-
kupu mempunyai fungsi untuk menahan air. Jadi, walaupun hujan, tubuh
mereka tidak basah.

Nah, kupu-kupu itu hanya seekor binatang. Tetapi Tuhan kasih keindahan
yang luar biasa. Apalagi kita, jagoan-jagoan Kristus yang adalah
manusia. Pasti Tuhan lebih sayang lagi kan? Kita semua diciptakan
indah menurut Tuhan. Jadi kita tidak boleh mengatakan teman kita
jelek, atau diri kita sendiri jelek. Kalau kita masih suka menjelekkan
orang lain atau diri sendiri, itu berarti kita harus minta ampun
kepada Tuhan.

“Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar
Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya
mereka.” (Kejadian 1:27)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2011/09/23 in Renungan Anak