RSS

Arsip Bulanan: Oktober 2011

Gereja yang Muncul dari dasar Danau

Sejarah
Cerita tentang sebuah kota yang bernama Potosi (Venezuela). Pada 1985, kota ini berpenduduk sekitar 1200 jiwa. Presiden Venezuela waktu itu, Carlos Andreas Perez, terbang dengan helicopter dan mengumumkan bahwa kota kota tersebut harus dievakuasi karena akan dibangun sebuah Bendungan untuk menggerakkan pembangkit listrik tenaga air.

Para penduduk direlokasi ke daerah yg tidak begitu jauh dari wilayah sebelumnya, dan sebagian yang lain pindah ke berbagai penjuru Venezuela. Segera setelah dikosongkan, air segera menggenang seluas 20km persegi menenggelamkan seluruh kota. Satu-satunya yang tertinggal/tersisa dari kota tersebut yang bisa dilihat adalah sebuah menara gereja. Menara tersebut setinggi 26 meter, sampai-sampai belakangan itu menara dipakai sebagai penanda ketinggian air danau.

KEMUNCULAN KEMBALI
Setelah terendam selama 26 tahun lebih dibawah air. Akhirnya kota ini muncul kembali. Hal itu disebabkan karena kekeringan yg menyebabkan tingkat ketinggian air di waduk Uribante menurun. Ada hal yg menarik yg bisa disimak disini. Kemunculan kembali kota ini tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi dalam kurun waktu 2thn (2008-2009)
Nah, kemunculan kembali yang disebabkan penyusutan air waduk tersebut dapat dilihat dengan mengacu pada Gereja-nya jemaat kota Potosi seperti yang terlihat dibawah ini.
Posisi level air di waduk yang normal
 
 
Ini adalah level normal bendungan/waduk Uribante. 1986-2007
Inilah penampakan pada awal tahun 2008
Photo awal 2009
 
Maret 2009
July 2009
September 2009
Photo terakhir yang diambil bulan Agustus 2010
Kekeringan di Daerah itu disebabkan pemanasan global di berbagai daerah, ditambah dampak akibat Badai Matahari terjadi di bulan Agustus 2010 ini.
Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2011/10/29 in Sejarah

 

Dia Menjagaku Dengan Baik

Baca: Yohanes 10:7-15

Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. —Yohanes 10:15

Di suatu saat hening sebelum ibadah Minggu pagi dimulai, pemain organ memainkan sebuah himne yang terdengar baru bagi saya. Saya membuka buku pujian yang mencantumkan himne tersebut dan membaca lirik dari lagu, “Tuhan Gembalaku Menjagaku dengan Baik,” suatu gubahan indah dari Mazmur 23:

Tuhan Gembalaku menjagaku dengan baik,
Dan semua kebutuhanku dicukupi-Nya:
Di padang rumput hijau ku berbaring,
Hingga dibimbing ke air yang tenang.
Jiwaku yang lelah kembali kuat
Saat kutempuh jalan Allah yang benar.

Seberapa pun seringnya kita membaca atau mendengarkan Mazmur 23 yang sudah begitu kita kenal, pujian ini seolah menyegarkan kembali pesan pasal tersebut tentang pemeliharaan Allah bagi kita.

Walaupun aku berjalan dalam jalan-jalan gelap
Melewati ngerinya lembah kelam,
Aku takkan takut bahaya;
Kehadiran-Mu membuatku tegar.
Gada-Mu dan tongkat-Mu menjagaku.
Yakinkan aku Kau selamatkanku.

Gambaran ini tidak asing bagi mereka yang mendengarkan Yesus berkata, “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya” (Yoh. 10:11). Tidak seperti seorang upahan yang melarikan diri dari bahaya, gembala yang baik justru mendampingi domba-dombanya demi melindungi mereka. “Sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari . . . . Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku” (ay.12-14).

Apa pun yang Anda hadapi hari ini, Yesus mengenal nama Anda, Dia mengetahui bahaya apa yang mengancam, dan Dia tidak akan meninggalkan Anda. Dengan penuh keyakinan, Anda dapat berkata: Tuhan Gembalaku menjagaku dengan baik!

Anak Domba yang mati untuk menyelamatkan kita adalah Gembala yang hidup untuk membimbing kita.

Sumber : WarungSateKamu.org

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2011/10/23 in Renungan Pagi

 

Like Father Like Son

Profesional dalam perjalanan ke kantor, saya membaca koran pagi yang menurunkan kisah sukses seorang pemuda yang baru berumur 17 tahun. Dia dianggap bertangan dingindi bidang saham sering jadi rujukan bahkan oleh pemain saham senior. Di dalam usianya yang masih belia itu dia sudah sukses secara materi. Padahal dulunya dia sangat tidak suka dengan permainan saham. Bagaimana dia bisa sesukses ini ?

” Ayah saya pemain saham”, ujarnya kepada wartawan koran itu. ” Sejak umur 10 tahun, saya sudah dilatih Papa untuk memonitor saham di layar kaca “. Bukan hanya itu, ayahnya memodalinya 100 juta rupiah sebagai tahap awal. ” Dalam tempo singkat, tinggal 7 juta “, ujarnya. Namun dari situ dia belajar untuk lebih cermat. Lewat proses belajar yang tak kenal lelah lebih baik lewat buku, internet, pelatihan maupun bertanya, dia mulai mahir berselancar di lautan saham.

Profesional, ingin jadi apakah anak-anak Anda ? Apa yang Anda tanamkan hari akan menjadi pohon yang kuat dan perkasa di kemudian hari. Apakah Anda menanam benih yang baik kepada anak-anak. Anda atau membiarkan taman hatinyadipenuhi ilalang ? Pilihan ada di tangan Anda. Yang jelas, pepatah yang berkata, ” Kacang ora ninggalno lanjarane ” ( sayur kacang tidak akan jauh dari kumpulannya ). Peran kita sebagai orang tua sangat besar di dalam membangun atau menghancurkan masa depan anak kita

Ayat Renungan :

Tetapi Daud berkata kepada Saul : ” Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya “

1 Sam 17 : 34a

Doa :

Bapa, ajar aku untuk menjadi orang tua yang bertanggung jawab terhadap karier dan masa depan anak-anak saya

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2011/10/16 in Renungan Pagi

 

Seorang Kaya Raya dan Anak-Anak

” Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. ” Mat 6 : 33

Cerita :

Ada seorang yang kaya raya, dia memiliki sebuah villa yang besar, megah, dan mewah. Setiap kali ia pergi ke villanya, dia harus melewati sebuah daerah kumuh, dia pasti mampir kesana dan membagi-bagikan uang kepada anak-anak. Pada suatu hari, dia mengajak anak-anak itu ke villanya dan berkata : “Setiap anak boleh mengambil sebuah benda apa saja yang ada di rumahku dan membawa pulang benda tersebut”. Anak-anak sangat gembira dan pergi untuk memilih barang-barang yang mereka senangi. Tetapi ada seorang anak yang diam saja, tidak melakukan apa-apa. Lalu orang kaya itu bertanya : “Apakah tidak ada satupun benda yang kau senangi ?”. Anak itu bertanya : “Apa benar saya boleh memiliki apa saja yang ada di dalam rumah ini ?”. ” Ya, benar !” jawab orang kaya itu. Anak itu datang dan memeluk orang kaya itu dan berkata : ” Kakek, aku ingin memiliki engkau “.

Renungan :

  • Kita memerlukan makan, minum, pakaian, dan lain-lain. Tuhan tahu dan Dia telah sediakan. Tetapi satu hal yang terpenting, adakah Kristus dalam hatimu ? Adakah Firman Tuhan di dalam hatimu dan sudahkah engkau mendapatkannya ? Sudahkah engkau melakukannya ? (Mat 6 : 25-34; Efs 1 : 13-14; Gal 4 : 6-7).
  • Kita sering berdoa, berseru, dan memohon kepada Tuhan, tetapi Tuhan memberikan yang lebih baik dan lebih sempurna daripada apa yang kita minta. ( Efs 3 : 20; 1 Kor 2 : 9).
  • Tuhan juga mengingatkan kita, jangan tamak ! Jangan serakah ! Akhirnya menghalalkan segala cara dan jatuh dalam dosa. (1 Tim 6 : 6-10).
  • Miliki Yesus dalam hatimu, maka engkau akan memiliki segala-galanya. (1 Yoh 5 : 11-12; 1 Kor 10 : 26).
  • Jika Allah bersama kita siapakah lawan kita ? Apapun yang terjadi di sekitar kita, tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah yang ada di dalam Kristus Yesus Tuhan kita ! (Rom 8 : 31-39).
 

codes with funny

beautiful friend

find animations of god bless you

sentimientos coloring

Orkut with messages

beautiful couple

letter with god bless you

 

add images of gratitude

add images of god bless you

affection of free

beautiful comments to decoration

let sportive signatures

 

evolve true photos

stories to god bless you

copy and paste god bless you

male love

god bless you to all occasions