RSS

Pujian dan Penyembahan Yang Dirindukan Allah

25 Sep

Pujian dan penyembahan timbul dari suatu perasaan hati seseorang yang kemudian diungkapkan dalam berbagai ekspresi, bisa berupa kata-kata, nyanyian, tarian, tepuk tangan, bahkan mungkin tangisan.
Memuji adalah berbicara yang baik, mengungkapkan kekaguman, memberi penghargaan, mengucapkan selamat dan kata-kata pujian untuk meninggikanNya.
Menyembah adalah memberi penghargaan dengan rasa gentar, memiliki rasa segan dan takut dihadapanNya, untuk tunduk serendah-rendahnya didepan Dia, dan untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepadaNya.

Jadi menyembah adalah bentuk paling tinggi dari memuji. Di dalam alkitab kata menyembah ( SHACHAH ) pertama kali dijumpai di dalam Kejadian 22:5

Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu : ‘Tinggallah kamu disini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi kesana ; kami akan SEMBAHYANG
( SHACHAH ), sesudah itu kami kembali kepadamu’

Kalau kita baca kisah Abraham ini kita lihat benang emas yang terjalin luar biasa sekali dari suatu hubungan intim antara Allah dan Abraham :

1. Allah memerintahkan Abraham untuk pergi dan menyembah ( Firman )
2. Tanggapan Abraham yang mau melakukan (ketaatan)
3. Abraham mempersembahkan Ishak ( harga yang harus dibayar)
4. Tindakan Abraham adalah tindakan iman ( iman )
5. Abraham menyerahkan secara total seluruh masa depannya (kesetiaan)

Ketika saya memuji dan menyembah Allah dalam suatu kebaktian, Tuhan berbicara pada saya bahwa Dia rindu jemaat memuji dan menyembah dengan benar. Yang seperti apa sih Tuhan ? Dan Dia ingatkan Lukas 15:7 dimana ada sukacita dan sorak sorai dari seluruh malaikat di sorga ketika ada satu orang bertobat.

Jadi kapan pujian dan penyembahan yang luar biasa itu terjadi? Jawabannya sederhana : Ketika ada satu orang saja yang sedang meresponi suara Tuhan
Coba bayangkan ketika ada satu orang yang mungkin sedang menangis sendiri dikamar, dan ketika orang itu menerima Tuhan Yesus ( artinya merespon suara Tuhan ) maka ada pujian penyembahan dari seluruh isi sorga kepada Allah Bapa kita.
Bandingkan dengan Abraham ketika dia merespon suara Allahnya, pujian penyembahan terjadi lagi bagi kemuliaan Allah Bapa kita.

Oleh sebab itu mari kita semua mulai memuji dan menyembah bukan sekedar rutinitas atau tata cara ibadah, tetapi mulai dengan hal yang sederhana yakni merespon suara Allah, walaupun untuk itu mungkin kita harus taat, bayar harga, beriman, dan setia.
Tidakkah anda rindu ada pujian penyembahan yang luar biasa terjadi akibat respon anda terhadap suaraNya ?

 

By  :   Pdp Ir Trisna Santosa 

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2011/09/25 in Renungan Siang

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: