RSS

Stefanus Dilempari Dengan Batu

24 Sep

LELAKI yang berlutut ini adalah Stefanus. Ia murid yang setia dari Yesus. Tapi lihat apa yang terjadi atasnya sekarang! Orang-orang itu melempari dia dengan batu yang besar. Mengapa mereka begitu benci kepada Stefanus sehingga mereka melakukan perkara yang mengerikan ini? Marilah kita lihat.

Allah telah membantu Stefanus melakukan mujizat-mujizat yang menakjubkan. Orang-orang ini tidak menyukai hal itu, dan karena itu mereka mencoba bertengkar dengan dia tentang kebenaran yang dia ajarkan kepada orang banyak. Tapi Allah memberi hikmat yang luar biasa kepada Stefanus, dan Stefanus membuktikan bahwa orang-orang ini telah mengajarkan perkara-perkara yang palsu. Akibatnya mereka menjadi makin marah. Maka mereka menangkapnya, dan memanggil orang-orang lain untuk mengucapkan dusta tentang Stefanus.

Imam besar bertanya kepada Stefanus: ’Benarkah demikian?’ Stefanus menjawab dengan memberikan khotbah yang bagus dari Alkitab. Pada penutupnya, ia menceritakan bagaimana orang-orang jahat membenci nabi-nabi Yehuwa di masa lampau. Lalu ia berkata: ’Kamu sama seperti orang-orang itu. Kamu membunuh Yesus hamba Allah, dan kamu tidak mentaati hukum-hukum Allah.’

Pemimpin-pemimpin agama ini sangat marah! Mereka menggertakkan gigi karena marah. Tapi kemudian Stefanus mengangkat kepalanya, dan berkata: ’Lihat! Aku melihat Yesus berdiri di sebelah kanan Allah di surga.’ Mendengar ini, orang-orang itu menutup telinga dengan tangan dan mengejar Stefanus. Mereka menangkapnya dan menyeretnya ke luar kota itu.

Di situ mereka menanggalkan baju luar mereka dan menyerahkannya kepada pemuda Saul untuk dijaga. Apakah kau melihat Saul? Kemudian beberapa dari orang-orang itu mulai melempari Stefanus dengan batu. Stefanus berlutut, seperti yang dapat kaulihat, dan ia berdoa kepada Allah: ’Yehuwa, janganlah menghukum mereka karena kejahatan ini.’ Ia tahu beberapa dari mereka telah ditipu oleh pemimpin-pemimpin agama. Setelah itu Stefanus meninggal.

Bila ada yang berbuat jahat kepadamu, apakah kau berusaha membalasnya? Bukan demikian yang dilakukan oleh Stefanus atau Yesus. Mereka baik hati bahkan kepada orang-orang yang kejam terhadap mereka. Marilah kita berusaha meniru teladan mereka.

Kisah 6:8-15; 7:1-60.

 


Pertanyaan

  • Siapakah Stefanus, dan Allah membantu dia untuk melakukan apa?
  • Apa yang Stefanus katakan yang membuat para pemimpin agama sangat marah?
  • Ketika orang-orang menyeret Stefanus ke luar kota, apa yang mereka lakukan kepadanya?
  • Pada gambar ini, siapakah pemuda yang berdiri di sebelah jubah-jubah?
  • Sebelum meninggal, Stefanus berdoa meminta apa kepada Yehuwa?
  • Seperti Stefanus, apa yang harus kita lakukan sewaktu seseorang berbuat jahat kepada kita?

Pertanyaan tambahan

  • Bacalah Kisah 6:8-15.Praktek-praktek licik apa yang telah digunakan para pemimpin agama untuk mencoba menghentikan pekerjaan pengabaran Saksi-Saksi Yehuwa? (Kis. 6:9, 11, 13)
  • Bacalah Kisah 7:1-60.Apa yang membantu Stefanus membela kabar baik dengan jitu di hadapan Sanhedrin, dan apa yang dapat kita pelajari dari teladannya? (Kis. 7:51-53; Rm. 15:4; 2 Tim. 3:14-17; 1 Ptr. 3:15)

    Sikap apa yang hendaknya kita perkembangkan terhadap para penentang pekerjaan kita? (Kis. 7:58-60; Mat. 5:44; Luk. 23:33, 34)

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2011/09/24 in Renungan Malam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: