RSS

SEMUA BAYI RAJAWALI HARUS BELAJAR UNTUK TERBANG

22 Sep

Di atas puncak gunung yang tinggi, telur rajawali menetas dan munculah bayi rajawali. Seperti layaknya bayi yang lain, hanya ada dua hal yang sangat disukai oleh bayi rajawali ini untuk dilakukan, yaitu makanan dan tidur. Bayi rajawali akan menghabiskan masa-masa pertamanya di dunia di dalam sarangnya yang nyaman. Setiap hari, induk rajawali mencarikan makanan untuk bayinya dan menyuapi mulut bayi yang sudah terbuka untuk menerima makanan. Dengan perut kenyang, bayi itu tidur kembali. Hal itu berlangsung berulang-ulang dalam hidupnya. Siklus ini berjalan beberapa minggu, sampai pada suatu hari, induk rajawali ini terbang dan hanya berputar-putar di atas sarangnya memperhatikan anaknya yang ada di dalamnya. Kali ini tanpa makanan. Setelah berputar beberapa kali, induk rajawali akan terbang dengan kecepatan tinggi menuju sarangnya, ditabraknya sarang itu dan digoncang-goncangkannya. Kemudian ia merenggut anaknya dari sarang dan dibawanya terbang tinggi. Kemudian, secara tiba-tiba, ia menjatuhkan bayi rajawali dari ketinggian. Bayi ini berusaha terbang, tapi gagal. Beberapa kali jatuh, cepat-cepat sang induk meraih anaknya kembali. Setelah itu, dilepaskannya pegangan itu dan anaknya jatuh lagi.
Tapi sebelum anaknya menyentuh daratan, ia mengangkatnya kembali. Hal ini dilakukan berulang-ulang setiap hari. Hingga hanya dalam waktu satu minggu anaknya sudah banyak belajar, dan mulai memperhatikan bagaimana induknya terbang. Dalam jangka waktu itu, sayap anak rajawali sudah kuat dan ia pun mulai bisa terbang.

Banyak orang Kristen seperti bayi rajawali ini. Terlalu nyaman di dalam sarangnya. Kita hidup dengan nyaman tanpa mau ada perubahan. Kita mau selalu diisi dengan firman yang enak ditelinga, tanpa mau menerima kenyataan bahwa hidup kekristenan juga adalah hidup dalam penderitaan memikul salib. Ketika pencobaan datang menggoncang hidup kita, tergoncang pula iman kita. Kita mulai menyalahkan Tuhan dan memilih untuk menjauhiNya. Kita tidak sadar bahwa Tuhan sedang melatih kita, agar sayap kita menjadi kuat dan siap untuk terbang tinggi. Sebagaimana otot yang keras dan kuat dibentuk dari latihan yang rutin, demikian pula iman orang Kristen. Sebagaimana induk burung rajawali yang membiarkan anaknya jatuh dan menyambarnya kembali disaat2 kritis, demikian pula Allah, ketika kita jatuh dalam pencobaan, Ia tak pernah membiarkan kita sampai tergeletak.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2011/09/22 in Bagai Rajawali

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: